MEMODERNISASI HATI DAN PIKIRAN MANUSIA

manusia dilahirkan dengan hati dan pikiran yang sempurna.
kesempurnaan itu terlihat dari hasil kemunculan peradaban yang diciptakan oleh manusia selama ini.
selama berjuta-juta tahun yang lalu manusia telah berevolusi seiring dengan perkembangan zaman yang menyertainya. dimulai dari manusia purba hingga manusia abad modern seperti sekarang ini.

apa yang membedakan di antara perkembangan itu?
tidak hanya penampakan dari luar saja yang membedakannya, tetapi perbedaan yang lebih menonjol terlihat dari cari pemikiran dan kualitas rasa hati mereka.
manusia zaman purba cenderung memiliki kualitas pemikiran dan perasaan hati yang masih sederhana. hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan beserta tuntutan hidup mereka pada saat itu yang masih juga sederhana. manusia purba hanya mengenal bagaimana caranya untuk bertahan hidup dan melangsungkan perkawinan untuk mencegah kepunahan.
sedangkan manusia yang hidup pada zaman serba modern seperti sekarang ini memiliki kualitas pemikiran dan perasaan hati yang jauh berkembang lebih baik dari sebelumnya. manusia dituntut untuk menguasai banyak hal dalam rangka menjaga kelangsungan hidup mereka. selain itu, seiring dengan perkembangannya manusia juga meiliki kebutuhan-kebutuhan hidup baru yang harus dipenuhi, yang tentunya dalam usaha pemenuhan semua kebutuhan tersebut memerlukan kualitas pemikiran dan hati yang jauh lebih berkembang.

faktor lingkungan sebenarnya hanyalah sebagai faktor pendukung atas semua perubahan manusia, karena faktor penentu dalam munculnya perubahan itu adalah keinginan dalam hati manusia itu sendiri untuk berubah.
manusia memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk berubah. akan tetapi, semua itu akan menjadi sia-sia saja jika manusia tidak memiliki niatan atau keinginan untuk berubah menjadi yang lebih baik dalam hidupnya.
permasalahan di sini adalah apakah manusia itu mau untuk berubah menjadi lebih baik untuk hidupnya pada masa yang akan datang ataukah tidak.

meski faktor penentunya terlihat sederhana, tetapi memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik ternyata sangat sulit untuk dilakukan.
selain karena ketidaktahuan akan peranan perubahan ini di masa depan, manusia pada nyatanya juga enggan untuk melepaskan rutinitas pemikiran dan perasaan apa yang sudah biasa mereka miliki dan jalani sehari-hari.
misalnya adalah seseorang yang telah terbiasa untuk bersikap malas karena lingkungan dan tidak adanya gairah yang memacu orang tersebut untuk merubah sikapnya. permasalahan utamanya di sini terlihat karena orang tersebut tidak memiliki keinginan untuk merubah sikap malasnya bukan?
itulah contoh nyatanya, sebagian orang merasa susah untuk memiliki motivasi dalam memodernisasi hati dan pikiran mereka.

lalu sepenting apa arti medernisasi hati dan pikiran manusia ini?
sejauh perubahan itu dibutuhkan, maka peningkatan kualitas hati dan pikiran manusia sangatlah penting seiring perkembangan zaman.
bayangkan saja bagaimana jadinya hidup manusia ini jika manusia yang hidup pada zaman modern ini memakai cara hidup konvensional seperti cara hidup manusia sepuluh abad silam?
tidak rasional bukan? dan yang lebih mengena lagi adalah akibat yang akan ditimbulkan bukan?
seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, memodernisasi hati dan pikiran manusia selalu dibutuhkan untuk mengatasi berbagai hambatan dan memberikan kemudahan dalam menikmati hidup di dunia ini.
berubah untuk maju. memodernisasi hati dan pikiran untuk kualitas hidup manusia yang lebih baik di masa depan.