ETIKA BERJABAT TANGAN

bagi sebagian orang, berjabat tangan merupakan sebuah hal yang dianggap biasa karena seringnya intensitas mereka melakukan aktivitas tersebut. jika dalam hal yang informal, berjabat tangan secara ala kadarnya memang tidak terlalu dipermasalahkan. akan tetapi, bagaimana jika kita dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk berjabat tangan pada situasi yang formal?
meski terlihat sepele, tapi dalam hal-hal tertentu yang bersifat formal melakukan sebuah jabat tangan merupakan kegiatan yang patut mendapat perhatian serius.
karena berjabat tangan memberikan kesan awal pada orang yang sedang kita ajak berjabat tangan. baik itu rekan kerja, pimpinan, bahkan teman baru, mereka pun akan memberikan penilaian awal secara keseluruhan terhadap diri kita melalui cara berjabat tangan kita ini.
apakah penilaian mereka itu kalian termasuk seseorang yang berwatak tegas, berkharisma, berwibawa, dan optimis tergantung dari kesan pertama ini.

untuk mendapatkan penilaian yang baik, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melatih kemampuan kita agar mampu berjabat tangan kepada orang lain secara profesional ;

1. awali untuk mengajak berjabat tangan.
jika memungkinkan, cobalah untuk mengawali proses jabat tangan kalian. dengan bersikap antusias seperti itu akan membuat orang yang kita ajak jabat tangan itu merasa diperlakukan spesial dan merasa begitu penting posisinya untuk kalian.

2. secara formal, jabat tangan dilakukan pada posisi berdiri.
jika kalian sedang dalam keadaan duduk dan hendak berjabat tangan, maka segeralah berdiri saat jabat tangan berlangsung. hal ini akan mencerminkan rasa hormat kalian kepada orang yang sedang diajak berjabat tangan.

3. duduk setelah orang yang diajak berjabat tangan duduk.
ada baiknya kita menunggu sampai orang yang kita ajak jabat tangan duduk terlebih dahulu sebelum kita duduk. dengan memperlakukan seperti itu akan membuat seseorang merasa dihormati dan dihargai keberadaannya.

4. mantapkan posisi memegang tangan.
sebelum berjabat tangan, tangan kita harus kering dan tidak boleh lembab atau basah agar tangan kita tidak mudah lepas saat menggenggam tangan orang lain.
ketika berjabat tangan, pastikan jika jari-jari tangan dan telapak tangan kalian menggenggam erat tangan orang yang diajak jabat tangan. sebisa mungkin jangan terlalu kuat saat menggenggam tangannya. rapatkan jari dan letakan ibu jari di atas tangan orang tersebut. kemudian tempelkan keempat jari tangan kita yang lain pada telapak tangannya.
gerakan tangan kita ke atas ke bawah selama beberapa kali saat jabat tangan berlangsung dan jangan sampai berlebihan.

5. berikan tatapan mata.
lihatlah mata orang yang sedang kita ajak jabat tangan. jangan melihat ke arah tangan kita yang sedang berjabat tangan.
selain itu, penting sekali bagi kita untuk memberikan senyuman hangat untuk menunjukan rasa percaya diri dan rasa hormat kepadanya.

6. menyapa terlebih dahulu.
usahakan untuk menyapa terlebih dahulu lawan kita sebelum dia menyapa kita. ucapkan beberapa kata sapaan ringan dan singkat seperti ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dsb.

7. akhiri dengan berjabat tangan kembali.
saat kalian mengakhiri pertemuan tersebut, jangan lupa untuk berjabat tangan kembali karena hal ini menunjukan sikap jabat tangan kita yang profesional.

berjabat tangan sekarang tidak hanya dipandang sebagai ajang formalitas belaka. namun, dengan berjabat tangan kita akan mengetahui bagaimana sikap orang tersebut dalam menghormati, memperlakukan, menghargai, bersopan santun, dan beretika pergaulan kepada orang lain. cara berjabat tangan di atas adalah formal dan juga digunakan dalam kondisi-kondisi yang bersifat formal.
sedangkan untuk hal-hal yang sifatnya tidak terlalu formal, kita dapat menggunakan cara berjabat tangan yang biasa tanpa harus memperlihatkan keseriusan cara berjabat tangan kita. sebenarnya yang harus kita ketahui adalah bagaimana kita dapat menempatkan cara berjabat tangn kita tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi.