Kesilapan Hathib sebagai pengajaran

RASULULLAH SAW telah mengarahkan tentera kaum Muslimin supaya berkumpul, kerana hendak pergi berperang. Mereka akan menyerang orang kafir Quraisy di Mekah. Lebih kurang 12,000 kaum Muslimin yang datang dari seluruh pelosok kabilah dan telah memeluk Islam datang ke Madinah.

Ada seorang lelaki yang bernama Hathib bin Abu Balta�ah telah melakukan perbuatan yang menyalahi undang-undang agama dan negara.

Hathib menulis surat kepada beberapa orang Musyrikin di Mekah. Dia memberitahu bahawa Rasulullah akan datang untuk menakluk Mekah dalam masa yang terdekat itu. Seorang perempuan diarahkan membawa surat itu ke Mekah. Perempuan itu keluar secara senyap-senyap dari Madinah.

Namun, tidak lama selepas perempuan itu meninggalkan Madinah, Rasulullah telah memanggil tiga orang kanan baginda. Mereka ialah Ali, Zubir dan al-Miqdad.

�Pergilah kamu ke kebun Khakh. Di sana ada seorang perempuan membawa surat. Ambil surat itu daripadanya dan bawa surat itu kepadaku,� kata Rasulullah.

Maka tiga orang sahabat itu pun menunggang kuda menuju ke tempat yang dinyatakan. Di situ mereka menemui seorang perempuan yang sedang menunggang seekor unta. Mereka segera menyekat perjalanan unta perempuan itu.

�Berikan surat itu kepadaku,� kata mereka kepada perempuan itu.

�Saya tidak membawa surat,� nafi perempuan itu pula.

�Rasulullah pasti tidak akan berbohong. Baik engkau serahkan surat itu cepat sebelum kami mengapa-apakan engkau,� kata mereka mengugut perempuan itu.

Perempuan tersebut ketakutan mendengar ancaman itu. Dia pun mengeluarkan sepucuk surat dari dalam sanggulnya lalu menyerahkan kepada mereka bertiga. Selepas itu, dia pun dibenarkan pergi.

Surat itupun dibawa kepada Rasulullah dan baginda memeriksa surat itu. Rupa-rupanya Hathib yang mengirimkan surat itu. Hathib dipanggil mengadap Rasulullah.

�Apakah ini, wahai Hathib?� soal Rasulullah sambil menunjukkan surat yang berada di tangannya.

�Janganlah menghukum saya terlalu cepat, wahai Rasulullah. Dengarlah apa penjelasan saya,� kata Hathib ketakutan.

�Saya ada kawan-kawan daripada golongan kafir Quraisy. Namun saya bukan daripada golongan mereka. Ada di antara golongan Muhajirin di Madinah mempunyai kaum kerabat di Mekah yang boleh menjaga harta benda dan keluarga mereka yang tidak ikut berhijrah.

�Tapi saya tidak mempunyai kaum kerabat seperti mereka. Saya ingin melakukan sesuatu kepada kawan-kawan supaya mereka akan menjaga keluarga saya yang lemah di Mekah. Saya berbuat demikian bukan sebab kufur atau murtad, tetapi kerana inginkan perlindungan kepada keluarga dan harta benda saya,� kata Hathib.

�Dia menyata yang sebenarnya,� kata Rasulullah. Allah telah berfirman: �Kerjakanlah apa yang kamu kehendaki, Aku telah memberi ampun kepada kamu�.

Oleh sebab Hathib turut serta dalam Perang Badar, maka Allah mengampunkan dosa lelaki itu. Hathib pun mengucap kesyukuran dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

PENGAJARAN
- Walaupun kita sayangkan ahli keluarga kita, kita perlulah mendahului kasih sayang kepada Allah dan agama Islam. Beriman dan taat kepada Rasulullah dengan sepenuh hati akan memperoleh kejayaan.

PERBENDAHARAAN KATA
- Musyrikin: orang yang menyekutukan Allah
- Nafi: tidak mahu mengaku
- Kufur: kafir

INFORMASI
- Hathib terhitung sebagai salah seorang yang mendapat kedudukan mulia kerana telah turut dalam peperangan Badar. Rasulullah sudah berjanji bahawa orang Islam yang turut dalam perang Badar adalah mendapat hak-hak istimewa dan dimuliakan.

(Utusan Malaysia)

READ MORE - Kesilapan Hathib sebagai pengajaran

Cita-cita Penting Ngak Sih ???

Waktu kecil kita sering sekali ditanya apa cita-cita kita,dan biasanya kita atau teman-teman kita sering menjawab cita-cita kita yaitu menjadi dokter, insinyur, polisi, guru, tentara, dan lain-lain. Tetapi seiring dengan bertambahnya umur kita dan semakin bertambah dewasanya kita, cita-cita itu hilang entah kemana, kita tidak pernah lagi memikirkan cita-cita pada waktu kecil lagi. Hal ini mungkin terjadi karena kita telah merasakan susahnya hidup di dunia ini ,boro-boro mencapai cita-cita kita di waktu kecil, mendapatkan sesuap nasi saja pada zaman sekarang susahnya sudah minta ampun.
Kebanyakan orang-orang pada saat ini menganggap cita-cita itu hanya untuk anak-anak ataupun ketika dewasa cita-cita menjadi tidak penting lagi, padahal cita-cita itu sangat penting untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan kita, sehingga dalam mengarungi kehidupan ini kita selalu termotivasi untuk merealisasikan cita-cita kita, banyak sekali orang-orang besar yang berpengaruh di dunia ini memulai langkahnya dengan menetapkan cita-cita atau impian mereka sehingga mereka memiliki tujuan jelas dalam hidup ini dan cita-cita tersebut juga membuat mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi. Salah satu contoh dapat kita lihat dalam diri Wright bersaudara bagaimana mereka memiliki impian agar manusia dapat terbang di angkasa bebas, dan impian itulah yang membuat mereka bekerja dengan sangat keras untuk merealisasikan impian mereka, dan sekarang kita mengenal yang namanya pesawat terbang, inilah salah satu karya nyata buah dari impian dan kerja keras Wright bersaudara.
Ya, itulah salah satu contoh yang membuktikan bahwa cita-cita itu sangat penting untuk dimiliki, dan masih banyak lagi contoh yang lain yang tidak dapat diungkapkan satu-persatu disini. Untuk menjadi orang yang sukses cita-cita sangat dibutuhkan agar kita termotivasi untuk mencapainya.
Karena pentingnya peran cita-cita dalam kehidupan maka ayo kita mulai memikirkan dan membuat apa cita-cita yang akan kita raih,serta berikan segala daya dan upaya dengan sungguh-sungguh agar cita-cita tersebut dapat direalisasikan.
Selamat berjuang meraih cita-cita !!!!
READ MORE - Cita-cita Penting Ngak Sih ???

Mitos Bakat

Di suatu sekolah di daerah Bandung, pada saat itu Adi sedang mengikuti kelas olahraga, kebetulan pada saat itu guru olahraganya sedang mengajarkan permainan bola basket. Nah, supaya muridnya semakin paham mengenai permainan bola basket maka diadakanlah pertandingan bola basket. Di permainan ini terdapat dua tim yaitu tim merah dan tim putih, Adi berada di tim merah bersama Farah,Jimmy dan temannya yang lain sedangkan Andi,Joko,Bayu berada di tim putih. Pertandingan pun segera dimulai ,bertandingan berjalan sangat seru,di quarter pertama kedua tim saling menyusul angka,tapi menjelang akhir pertandingan tim putih banyak menguasai permainan, akhirnya tim putih berhasil menaklukkan tim merah dengan skor 29 � 40 untuk tim putih, dalam pertandingan tersebut Andi tampil sangat menonjol dibandingkan teman-temannya yang lain dengan menyumbangkan 20 poin maka Andi pun mendapatkan pujian dari teman-temannya dan guru olahraganya pun mengatakan, �Andi! kamu sangat berbakat bermain basket �. Sementara Adi yang pada saat itu bermain dengan sangat jelek mendapatkan ejekan dari teman-temannya, bahkan guru olahraganya pun mengatakan �Adi kamu tidak ada bakat untuk menjadi pemain basket �,padahal gurunya tau kalau Adi sangat suka dengan olahraga basket, mendengar perkataan yang keluar dari mulut gurunya tersebut Adi menjadi sangat sedih namun dalam hatinya ia bertekad untuk berlatih lebih keras lagi dan konsisten untuk melakukannya setiap hari, dia ingin membuktikan bahwa ucapan teman-temannya bahkan gurunya itu salah.

Setiap hari Adi berlatih dengan sangat tekun dan sabar,sementara Andi yang sudah merasa pede karena selalu dipuji mengenai permainan basketnya mulai malas untuk berlatih, waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya.Akhirnya tibalah turnamen basket piala Gubernur yang diadakan tahunan dan mempertandingkan sekolah-sekolah yang ada , Adi dan Andi ikut serta dalam pertandingan itu membela sekolah mereka.Turnamen pun dimulai dengan mempertandingan dua sekolah, turnamen akan berlanjut selama 1 bulan ke depan.

Akhirnya turnamen pun selesai dan yang menjadi pemenang turnamen tersebut ialah sekolahnya Andi dan Adi, tapi yang paling mengejutkan adalah Adi tampil sebagai pemain terbaik di turnamen itu sedangkan Andi hanya diturunkan beberapa kali dalam turnamen tersebut, padahal dulu Andi adalah orang paling berbakat bermain basket di sekolahnya, sedangkan Adi yang dulunya dihina karena permainannya yang jelek malah keluar sebagai pemain terbaik.

Dalam cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya bahwa bakat itu sebenarnya tidak begitu menentukan kita untuk mencapai kesuksesan tapi yang paling menentukan adalah kerja keras kita, Albert Einsten bahkan pernah berkata bahwa bakat itu hanya menyumbangkan 1% dalam pencapaian kesuksesan kita sedangkan 99% itu disumbangkan oleh kerja keras kita. Sebenarnya di dunia ini hanya ada orang yang terlatih dan tidak terlatih, semakin anda berlatih dalam suatu bidang maka semakin berbakat anda dalam bidang tersebut.

Karena itu marilah kita bersama untuk bekerja keras, berlatih setiap harinya untuk mencapai kesuksesan kita !!!!

Semoga bermanfaat.

Majulah Indonesiaku!!!!!!!

Untuk bahan pembelajaran dimohon untuk kritik dan sarannya demi kesempurnaan tulisan berikutnya Ya !!!!!!!!!.

READ MORE - Mitos Bakat