Tampilkan postingan dengan label info kabupaten ciamis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kabupaten ciamis. Tampilkan semua postingan

Sejarah Pembangunan Jembatan Cirahong.


Sejarah Pembangunan Jembatan Cirahong.

Pembangunan jembatan Cirahong terjadi pada tahun 1893.berikut sejarah lengkapnya,,

PEMBANGUNAN jembatan kereta api (KA) Cirahong, yang menghubungkan antara Ciamis dan Tasikmalaya lewat jalur Manonjaya, Kab. Tasikmalaya, tidak terlepas dari peran Bupati Galuh (Ciamis-red.) R-A-A. Kusuma-diningrat.

Sebelumnya,Belanda telah membuat gambar pembangunan jalur rel kereta yang menghubungkan daerah Tasikmalaya ke Banjar/Pangandaran, tanpa melintas ke Kota Ciamis.Berdasarkan gambar yang dibuat Belanda, jalur kereta api dari Tasikmalaya-Manonjaya akan diteruskan ke daerah Cimaragas,atau sebelah selatan Sungai Citanduy. Setelah itu, masuk ke daerah Kota Banjar. Di Banjar, ada jalur menuju ke Pangandaran dan ke daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Pertimbangannya, kalau melintas ke Kota Ciamis, berarti harus membangun dua jembatan di atas Citanduy. Tentunya, biaya
pembangunan jembatan di atas sungai tersebut, sangat besar atau mahal.Belanda membangun jalur rel tersebut, tidak hanya untuk angkutan massal. Akan tetapi, rel itu juga digunakan untuk membawa hasil bumi dari Priangan, seperti kapas, kopi, kapol,dan lainnya ke Jakarta. Apalagi waktu itu, banyak perkebunan baru didaerah Galuh, seperti perkebunan Lemah Neundeut, Bangkelung,dan lain-lain. Angkutan kereta tersebut diharapkan akan mempermudah jalur angkutan barang maupun mobilisasi orang Belanda.

Informasi tentang rencana pembangunan jalur rel kereta tersebut akhirnya sampai ke telinga Kusumadiningrat atau Kangjeng Prebu.Waktu itu, yang bersangkutan sudah pensiun dari jabatannya sebagai Bupati Galuh.Kangjeng Prebu, yang dinilai oleh para sejarawan sebagai Bupati Galuh terkemuka, akhirnya berusaha melakukan lobi kepada Belanda. Dia meminta agar jalur rel kereta melintas ke Kota Ciamis.
Caranya, dari Tasikmalaya ke Manonjaya, lalu menyeberang Sungai Citanduy untuk masuk melintas ke Kota Ciamis.

Ada beberapa pertimbangan yang disampaikan Kangjeng Prebu,kenapa sebaiknya jalur kereta melintas ke Kota Ciamis. Pertama,jumlah penduduk di Kota Ciamis sudah besar dan padat,sementara daerah Cimaragas sangat sedikit. Dengan demikian,keberadaan kereta itu akan semakin bermanfaat.Selain itu, pertimbangan lainnya ialah untuk memperkuat eksistensi Ciamis sebagai Ibu Kota Galuh. Setelah lobi panjang,akhirnya Belanda menyetujui usulan Kangjeng Prebu. Hal itu mem-buktikanbahwa dia memang masih punya pengaruh besar,
sekalipun sudah pensiun.
Belanda akhirnya membangun dua jembatan di atas Sungai Citanduy. Pertama, jembatan Cirahong, dan kedua
Karangpucung di dekat Kota Banjar.Biayanya pun cukup mahal.Tetapi Belanda merealisasikannya karena dorongan Kangjeng Prebu.Sosok Kangjeng Prebu pada masanya dikenal mampu memakmurkan daerah Galuh. Karyanya hingga sekarang masih terpelihara. Selain Cirahong, terdapat pula beberapa saluran irigasi untuk pengairan sawah teknis, misalnya saluran irigasi Gandawangi. Dia membangun saluran air Cikatomas,Wangundiredja, Tanjungmangu yang sekarang berubah namanya menjadi Nagawiru.

Kangjeng Prebu pada masa pemerintahannya, mencoba membangun atau mencetak sawah baru, perkebunan kelapa di daerah Ciamis selatan. Waktu itu, setiap calon mempelai yang akan menikah diwajibkan membawa dua buah kitri (bibit kelapa) untuk ditanam di halaman rumahnya. Kebijakan tersebut akhirnya
telah menjadikan Kabupaten Galuh sebagai sentra kelapa. Bahkan hingga sekarang, Galuh yang berganti nama menjadi Ciamis merupakan gudang kelapa, sentra gula kelapa, dan pemasok sapu lidi ke berbagai daerah.

Hingga sekarang, Makam Kangjeng Prebu masih terus dipelihara.Bahkan, setiap ulang tahun Ciamis, para pejabat berziarah ke makam tersebut.
Dan Jembatan sampai saat ini masih tegap berdiri,.

Bataviase.com (Undang Sudrsyat/"PR")"*
READ MORE - Sejarah Pembangunan Jembatan Cirahong.

Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis.



Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis.

Sebelum di tetapkan sebagai Cagar Alam (CA) kawasan hutan Pangandaran terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa, dengan luas 497 Ha, (luas yang sebenarnya 530 Ha) dan taman laut luasnya 470 Ha.

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya setelah diketemukan bunga Raflesia Padma, status Suaka Margasatwa dirubah menjadi Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 1961.
Seiring dengan kebutuhan masyarakat akan rekreasi, maka sebagian kawasan seluas 37 ,70
Ha dijadikan Hutan Wisata dalam bentuk Taman Wisata Alam ( TWA) dan CA Pangandaran terletak di Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis.

Topografi kawasan ini mulai dari landai sampai berbukit kecil dengan ketinggian tempat rata- rata 100 meter di atas permukaan laut.
Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, CA dan TWA Pangandaran termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata per tahun 3.196 mm, suhu udara antara 80-90 %.

Flora Flora yang terdapat sekitar 80 % merupakan vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya adalah hutan primer.
Pohon-pohon yang dominant antara lain Laban ( Vitex pubescens ), Kisegel ( Dilenia excelsea ), dan Marong ( Cratoxylon formosum ).
Selain itu banyak juga terdapat jenis-jenis pohon seperti : Reungas ( Buchanania arborencens ), Kondang ( Ficus variegata ), teureup ( Artocarpus elsatica ) dan lain-lain.
Dari formasi Baringtonia terdiri dari Nyamplung ( Callophylum inophylum ), Waru laut ( Hibiscus tiliaceus ), Ketapang ( Terminalia cattapa ), dan Butun ( Baringtonia aistica ).

Di dataran rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica, yaitu yang terdiri dari tanaman jati ( Tectona grandis ), Mahoni ( Swietenia mahagoni ) dan Komis ( Acacia auriculirformis ).

Satwa liar yang terdapat diantaranya adalah :
Banteng ( Bos sondaicus ), Kijang ( Muntiacus muntjak ), Tando ( Cynocephalus variegatus ), Kalong ( Pteroptus vampyrus ), Kera abu-abu ( Macaca fascicularis ), Lutung ( Trcyphithecus auratus ), Kangkareng ( Anthracoceros convexus ), Rangkong ( Buceros rhinoceros ), dan Ayam hutan ( Gallus gallus).

Daya tarik wisata CA dan TWA Pananjung Pangandaran mempu memberikan beberapa fungsi kepada masyarakat umum, baik untuk kepentingan umum, ilmu pengetahuan, penelitian dan pendidikan.
Kawasan ini merupakan laboratorium alam, dimana proses kehidupan alamnya tidak begitu terganggu.
Satwa liar, biota laut dan vegetasinya sangat menarik serta memungkinkan dilakukan aktifitas wisata alam yang menarik.
Untuk fungsi rekreasi, para pengunjung akan tersentuh langsung oleh suasana alam di dalam kawasan.
Satwa liar, goa-goa alam, pantai pasir putih dan taman laut serta pemandangan yang indah merupakan obyek wisata yang dapat dinikmati dan diresapi sebagai suatu lingkungan alam yang serasi dan sebagai karunia Tuhan kepada manusia yang harus dilestarikan.

Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan Di taman laut kita bisa berenang/snorkeling, disini bisa dinikmati dan mengamati bagaimana kehidupan dalam lingkungan terumbu karang.
Selain itu wisatawan juga bisa mengamati kehidupan satwa liar daratnya.

Sarana dan prasarana yang tersedia, antara lain : pintu gerbang,tempat parkir,pesanggarahan, pusat informasi, kantin, mushola, jalan setapak, kopel dan shelter.

Untuk mencapai kawasan sangat mudah karena jalur penghubung ke kawasan ini kondisinya cukup baik.
Rute perjalanannya adalah :

Bandung � Tasikmalaya � Ciamis � Banjar � Pangandaran, sejauh � 223 Km.

Hayo.o.o.o sob visit Ciamis...
READ MORE - Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis.

Asal-usul Kabupaten Ciamis.


Asal-usul Kabupaten Ciamis.

Kabupaten Ciamis bercikal bakal dari Kerajaan Galuh, sebuah kerajaan di Tatar Sunda pada abad ke-7.
Kerajaan ini berpusat di daerah Kawali, 21 km ke arah utara dari pusat kota Ciamis.
Tahun 1595 Galuh jatuh ke tangan Mataram. Berdasarkan sumber Belanda, wilayah kerajaan taklukan ini dibatasi Sungai Citanduy di sebelah timur, Sumedang di sebelah utara, Gunung Galunggung dan Sukapura di sebelah barat, serta Sungai Cijulang di sebelah selatan.

Di bawah kekuasaan Mataram, Kerajaan Galuh diubah statusnya menjadi kabupaten. Berbentuk kabupaten selama sekitar dua abad, pusat pemerintahan Galuh sedikitnya empat kali berpindah akibat gejolak politik.
Daerah yang pernah menjadi pusat pemerintahan adalah Cineam, Calingcing, Panyingkiran, dan Imbanagara sebelum akhirnya menetap di Cibatu tahun 1815.
Pusat pemerintahan tercatat paling lama berlokasi di Imbanagara.

Pada masa ini Galuh mengalami perluasan wilayah hingga berbatasan dengan pantai selatan, Sungai Citanduy, Cijolang, dan Sukapura.
Karena itu, peristiwa pemindahan ibu kota ke Imbanagara pada 12 Juni 1642 ditetapkan sebagai hari jadi kabupaten.
Meski demikian, Galuh mengalami perkembangan pesat pada masa pemerintahan Bupati RAA Kusumadiningrat ( 1839-1886). Bupati yang juga disebut Kangjeng Prebu ini membangun sejumlah fasilitas pemerintahan di pusat kota, seperti gedung kabupaten, masjid agung, kantor asisten residen, dan tangsi militer selama tahun 1859-1877.

Pada masa Bupati RTA Sastrawinata (1914- 1935) nama Galuh diubah menjadi Ciamis.
Kabupaten ini memiliki empat distrik, yakni Ciamis, Kawali, Rancah, dan Panjalu.
Hingga saat ini nama Ciamis masih terus dipakai.
Kabupaten seluas 2.263 km2 ini kini terdiri dari 30 kecamatan.

Dari Kompas.
READ MORE - Asal-usul Kabupaten Ciamis.

Pantai Batu Hiu Objek Wisata Kabupaten Ciamis.



Batu Hiu Objek Wisata Kabupaten Ciamis.

Terletak di Kabupaten CIAMIS, sekitar 45 menit Pangandaran.
Batu Hiu dengan peninggalannya masih bisa disaksikan berupa batu besar berwarna hitam mirip ikan hiu yang sedang berenang jika laut sedang pasang.
Tempat yang acapkali diziarahi bagi mereka yang ingin menjadi sinden ( penyanyi) beken atau penabuh gamelan kesohor itu berawal dari cerita rakyat Sembah Genter Oder, Sembah Galuh Oder dan Sembah Galunggung Kuning.

Sembah Galunggung Kuning diminta bantuan menangkap ikan untuk lawuh makan mereka bersama lebih dari 60 anggota pasukannya.
Namun, sebelum hasil tangkapannya dimasak, Sembah Galuh Oder menanyakan jenis ikan hasil tangkapan Sembah Galunggung Kuning.
Namun, ikan dengan kulit keras tanpa sisik berwarna kehitaman itu mendadak berubah menjadi batu tatkala Sembah Galunggung Kuning menjawabnya: "Ikan Hiu".

Sejak itu masyarakat menjuluki pantai di daerah itu Pantai Batuhiu.
Batu Hiu berupa bukit karang yang tergerus oleh ombak dan membentuk seperti moncong ikan hiu.
Uniknya di situ banyak tumbuh pohon yang entah apa namanya, akarnya besar seperti pohon bakau dan daunnya seperti daun palem.
Di pinggir tebing kita dapat memandang pemandangan lepas laut selatan dan ombak besar tepat di bawah kita.

Yang suka memancing dapat juga memancing dari atas tebing. Jika sunset pasti suasananya bagus sekali di situ.

Untuk mencapai Batu Hiu bisa start dari Pangandaran, menempuh sekitar 15 km menuju arah Barat (ikuti arah Cijulang),atau ambil shortcut dari Banjar langsung menuju selatan, ke kota Parigi. Ada bus Banjar - Parigi, atau Ciamis - Parigi.
Dari Parigi sudah tidak jauh lagi, sekitar 10 menit perjalanan.
Jalannya mulus dan ada 2 pom bensin di sekitar Parigi.
Ada warung-warung penjual makanan di Batu Hiu.
Untuk penginapan bisa cari sekitar Cijulang, karena tidak jauh dari Green Canyon, atau sekalian di Pangandaran saja karena waktu tempuh hanya sekitar 45 menit.

Bagaimana sob,youk liburan... CIAMIS punya segudang objek wisata yang menunggu untuk di jelajahi...
READ MORE - Pantai Batu Hiu Objek Wisata Kabupaten Ciamis.

Objek Wisata Green Canyon di Ciamis.



Green Canyon atau Cukang Taneuh adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis kurang lebih 31 km dari Pangandaran.
Jadi tidak usah jauh ke AMRIK Colorado .
Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.

Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk.
Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat tebing, berenang, bersampan sambil memancing.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh.
Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.
Nama Green Canyon sendiri merupakan pelesetan dari Grand Canyon di Colorado Amrik sana, bedanya, Green Canyon hijau, Grand Canyon gersang.

Ayo liburan Sob .... Kenali potensi wisata di sekitar kita..
READ MORE - Objek Wisata Green Canyon di Ciamis.

Meriahnya Peringatan Maulid Nabi di Ciamis


Nah photo-photo ini saya ambil saat pulang ke kampung halaman saya di Ciamis,sangat meriah semua elemen masyarakat ambil bagian dalam acara karnaval memperingati maulid Nabi MUHAMAD SAW yang di lanjutkan dengan MTQ tingkat kabupaten Ciamis.
READ MORE - Meriahnya Peringatan Maulid Nabi di Ciamis

Kerajinan Angklung mulai menggeliat.



Angklung kesenian khas kabupaten Jawa Barat.Nah waktu saya pulang ke kampung halaman saya di Ciamis di ajak ayah saya untuk mengantarkan sejumlah ujung-ujung bambu ke para pengrajin angklung.
Agak kaget juga mendengarnya lho apa bener di Ciamis ada pengrajin Angklung? Ah ikut aja deh,ternyata yang carter bapak saya itu adalah pemasok bahan baku Angklung.beliau mengaku sudah menjalani profesinya selama 30 tahun.wah sebuah kesetian pada profesi yang harus di apresiasi.
Kata beliau sekarang lebih berfungsi sebagai oleh-oleh dan cinderamata.
Semoga saja Angklung ini dapat mengangkat nama kabupaten Ciamis,dan menjadi sentra industri yang dapat di perhitungkan.
READ MORE - Kerajinan Angklung mulai menggeliat.

pantai karang nini ciamis



Pantai Karangnini O bjek wisata ini terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang � 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan.

Sepanjang jalan dari pintu gerbang ke lokasi, akan Anda nikmati kesejukan hutan jati dengan irama alam liarnya.
Bukan itu saja, pada beberapa bagian jalan ini akan dihidangkan panorama pantai di kejauhan belakang Sagara Anakan.
Sungguh sebuah pemandangan yang tak terlupakan apabila Anda datang pada saat cuaca cerah.
Sebelum mencapai pantai Anda pun akan menjumpai Pondok Wisata yang dikelola oleh Perhutani Kabupaten Ciamis .
Anda beberapa tipe Anda pilih.
Dengan tarif/malam yang bersantai bersama keluaga menikmati suasana alam yang tenang dengan panorama pantai yang menakjubkan.
Di pantai ini terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek ( nini dalam bahasa Sunda) yang sedang menunggu si kakek, sehingga tempat ini dinamakan Pantai Karangnini.
READ MORE - pantai karang nini ciamis

jembatan tua cirahong saksi sejarah


Warga Ciamis mana yang tidak tahu jembatan kereta api cirahong
Jembatan yang eksotis dan menyimpan banyak misteri ini sungguh-sungguh menawan.
Lokasi yang terpencil, jauh dari keramaian, masih dikelilingi banyak pohon- pohon besar alami dan pastinya berfungsi menghubungkan jalur kereta api kota Tasik dan Ciamis yang dibelah oleh sungai Citanduy.
Selain sebagai jembatan kereta api, jembatan cirahong ini juga berfungsi sebagai jembatan umum untuk kendaraan mobil, motor.
Bagian atas jembatan ini digunakan untuk jalur kereta api, sedangkan dibawahnya digunakan sebagai jembatan umum.
Karena jembatan umum ini hanya muat untuk ukuran satu buah mobil jadinya digunakan sistem buka tutup yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat di daerah sana.
Jembatan Cirahong ini dibuat penjajah Belanda dengan konsep jembatan di bawah rel kereta api hingga kini masih kokoh bertahan. Gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat pada awal September lalu pun tidak menggoyahkan jembatan buatan awal abad ke- 20 itu.
READ MORE - jembatan tua cirahong saksi sejarah

KABUPATEN CIAMIS



Belum banyak yang tau dimanakah kab ciamis itu.Cukup sedih saat saya merantau'dari manakah asal anda?saya jawab ciamis.tak jarang orang yang bertanya kebingungan dan balik bertanya di manakah CIAMIS itu?.
Memang CIAMIS masih kalah tenar dengan TASIKMALAYA namun sebagai orang CIAMIS tentu menyesakan dada saat harus mengaku dari TASIKMALAYA/BANDUNG.Moga saja melalui tulisan-tulisan di blog ini dapat mengenalkan KAB.CIAMIS.

Kabupaten Ciamis , adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat , Indonesia .
Ibu kotanya adalah Ciamis Kota .
Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap ( Jawa Tengah ) dan Kota Banjar di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat.
Kabupaten Ciamis terdiri atas 30 kecamatan , yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan .
Pusat pemerintahan di Kecamatan Ciamis .

Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif , dan sejak tanggal 11 Desember 2002 ditetapkan menjadi kota ( otonom), yang terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Ke 30 kecamatan itu adalah:
Banjarsari
�Baregbeg
�Ciamis
�Cidolog
�Cigugur
�Cihaurbeuti
�Cijeungjing
�Cijulang
�Cikoneng
�Cimaragas
�Cimerak
�Cipaku
�Cisaga
� Jatinagara
� Kalipucang
�Kawali
�Lakbok
� Langkaplancar
� Lumbung
� Mangunjaya
� Padaherang
� Pamarican
� Panawangan
� Pangandaran
� Panjalu
� Panumbangan
� Parigi
� Purwadadi
� Rajadesa
� Rancah
� Sadananya
� Sidamulih
� Sindangkasih
� Sukadana
� Sukamantri
� Tambaksari
READ MORE - KABUPATEN CIAMIS

MAKNA LOGO KABUPATEN CIAMIS.


Tahukah anda arti dari logo KAB.CIAMIS? Membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan anda tentang CIAMIS.
Arti Logo kabupaten Ciamis

Perisai Bersudut Empat yang artinya : Sudut tengah atas melambangkan " harus ada pemimpin yang berkewibawaan".
Kedua sudut kiri dan kanan yang sama tinggal letaknya, melambangkan "cita-cita daerah ialah adil dan makmur".
Ketiga sudut bagian atas melambangkan syarat minimum kesejahteraan masyarakat yaitu: sandang pangan yang cukup, keamanan dan keinsyafan/kepercayaan.
Keempat sudut perisai, melambangkan syarat untuk tercapainya kemakmuran menurut leluhur bangsa Indonesia ialah : setia kepada pemimpin meniadakan musuh-musuh, bertindak adil menurut hukum yang berlaku, waspada setiap saat demi keselamatan daerah dan negara.

Di dalam perisai tersebut terdapat lukisan- lukisan Pohon kelapa melambangkan penghasilan daerah Ciamis yang terutama disamping padi.
Gunung Sawal melambangkan mengenangkan para leluhur Ciamis.
Bidang Kuning Mas mendatar melambangkan daerah padi.
Bidang putih bergerigi , melambangkan benteng pertahanan.
Bidang putih mendatar berisi gubahan rumput , melambangkan rawa.
Lengkung-lengkung putih , melambangkan laut dan sungai.
Bundaran kuning mas yang menyerupai payung yang terkembang , melambangkan kerajinan tangan, seni budaya kekal (langgeng) ketekunan.

Pada bagian bawah perisai terdapat sebuah kalimat "Mahayunan Ayuna Kadatuan" yang berarti menghadapi pembangunan kebahagian daerah.

&;nsbpArti warna-warni :
Ungu : Kekayaan budhi
Kuning : Kekayaan duniawi, cahaya kelegaan
Hijau : Damai, subur
Putih : Suci, bersih
Hitam : Tegas, kuat

Sumber:urangpakidulan.multyply.com
READ MORE - MAKNA LOGO KABUPATEN CIAMIS.

TAMAN RAFLESIA CIAMIS.


Taman Raflesia Ciamis.
Alun-alun bisa jadi merupakan tempat favorit warga Ciamis, apalagi di hari libur dan sore hari. Tempat ini berada tepat di pusat kota Ciamis. Di sebelah barat terdapat kantor bupati, kantor pos, dan gedung SMP; di sebelah timur terdapat gedung DPRD dan penjara; sementara di sebelah barat berdiri dengan megah Masjid Agung Ciamis.
Alun-alun ini tidak jauh seperti sebuah taman di dalam kota. Tempat ini dinamakan Taman Raflesia, karena di tengah-tengahnya terdapat patung raksasa berbentuk bunga Raflesia.
Setiap sore, warga memanfaatkan waktu untuk sekadar hangout bersama keluarga. Setiap hari Minggu pagi, tempat ini juga menjadi andalan warga Kota Ciamis untuk jalan- jalan bersama keluarga dan berolahraga dengan sekadar joging mengitari alun-alun atau mengikuti senam pagi.Alun-alun ini menyimpan kenangan pas jaman masih sekolah,kami biasa pulang bersama dan nongkrong bareng di sini.
Mesjid yang terletak di sebelah barat alun-alun ini telah direnovasi total dengan desain arsitektur yang mewah dan megah sehingga membuat kagum orang yang melihatnya.
READ MORE - TAMAN RAFLESIA CIAMIS.

Makanan khas CIAMIS sale pisang 'suka senang'

JAKARTA, KOMPAS.com -
Keripik pisang dan sale pisang dari Ciamis. Jawa Barat yang diproduksi secara tradisional oleh pengrajin makanan ringan dalam beberapa tahun terakhir telah mampu menembus pasar luar negeri.
"Usaha makanan ringan yang kami tekuni telah diekspor dengan volume sekitar dua ton per bulan," ujar Anggraeni (37) , kepala pemasaran keripik pisang dan sale keripik " Suka Senang" dari Ciamis di arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK), kemarin. Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan di JFK 2009 dengan menempati stan Jawa Barat itu telah mengisi pasar Kanada, kemudian Hongkong, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura. Dalam sebulan terakhir pisang yang diolah menjadi keripik dari bahan baku pisang siem dengan tujuh rasa dan sale pisang dengan lima rasa itu juga diminati oleh pasar Jepang dengan permintaan kebutuhan dua ton per minggu.
"Namun kami masih belum menyatakan kesanggupan untuk memenuhi permintaan dua ton per minggu karena kami memiliki kendala produksi dan harus memenuhi permintaan pasar yang ada," katanya.
Dewasa ini usaha rumah tangga yang ditekuni sejak tahun 1996 itu memiliki kapasitas produksi sekitar 400 kg per hari itu telah mempunyai pasar dalam negeri yakni Jawa Barat, Jakarta, Jambi, Medan, Surabaya, Purwokerto dan Manado.
Nunung Nurhayati (42) , kepala pemasaran keripik pisang dan sale keripik "Suka Senang" mengatakan usaha makanan ringan itu banyak melibatkan pekerja terutama para ibu rumah tangga yang bekerja sampingan dengan pola bapak angkat.
"Sedikitnya 100 tenaga pengrajin untuk melakukan pengambilan pisang, seleksi pisang, pengirisan, penjemuran dan pemotongan pisang, " ujarnya.
Lalu pisang-pisang yang berasal dari Ciamis dan Banjar, Jawa Barat itu disetor kepada ketua kelompok binaan masing-masing yang dikirim ke perusahaan "Suka Senang" sebagai bapak angkat.
Perusahaan yang pernah meraih penghargaan " Parama Karya" dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2007 sebagai salah satu UKM terbaik di tanah air itu pada arena JFK kembali menawarkan produknya kepada para pengunjung, katanya.
Sebanyak 12 jenis rasa produk pisang yang ditawarkan pada pengunjung dikemas dalam dua ukuran yakni 250 gram dan 500 gram dengan harga masing-masing Rp 15.000 dan Rp 25.000 per satuan.

Kompas.com
READ MORE - Makanan khas CIAMIS sale pisang 'suka senang'