TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH MANUSIA

dalam tubuh manusia terdapat beberapa organ yang dapat di donorkan atau ditransplantasikan (pendonoran organ) kepada orang lain.
secara umum, proses pendonoran tubuh ini terbilang cukup langka dan kurang populer dikalangan masyarakat mengingat sedikit sekali orang yang mau untuk melakukannya.
dari segi manfaatnya, pendonoran organ kepada orang lain memiliki manfaat sosial dikalangan masyarakat dimana orang yang diberikan organ tersebut tentu akan sangat merasa senang seperti mendapatkan harapan hidup kembali.
manfat ini sederhananya dapat dijabarkan menjadi dua hal :
  1. dapat memberikan harapan hidup baru bagi peneriman donor organ tersebut.
  2. dapat memberikan peningkatan kualitas hidup bagi penerima donor organ tersebut.
akan tetapi, proses melakukan donor organ itu sendiri pun tidak mudah untuk dijalankan. meski seseorang telah membuat surat pernyataan kesediaannya untuk mendonorkan organnya kepada orang lain, tetapi hal itu tidak menjadi satu-satunya dasar pertimbangan bagi dokter untuk melakukan proses transplantasi.
seorang dokter tetap tidak akan melakukan proses transplantasi jika pihak keluarga menolak putusan tersebut meskipun pihak yang mendonorkan telah membuat surat pernyataannya.

tidak semua orang memiliki karateristik organ yang sama. dan hal ini pun tentu juga berpengaruh terhadap kepastian apakah organ tubuh dari pendonor ini dapat didonorkan kepada penerima atau tidak.
dibutuhkan observasi lebih dalam untuk menyimpulkan hal tersebut. beberapa dasar pertimbangan yang lazimnya dipakai seperti golongan darah, umur, riwayat penyakit tertentu, dsb.

bagian tubuh manusia yang dapat didonorkan kepada orang lain terdiri organ dan jaringan.
beberapa organ yang dapat didonorkan antara lain jantung, mata, hati, paru-paru, ginjal, dan kulit.
sementara itu, beberapa jenis jaringan yang dapat didonorkan kepada orang lain seperti tulang, katup jantung, dan paru-paru.
jika organ yang didonorkan cenderung bersifat memberikan harapan hidup baru bagi penerima donor, sedangkan jaringan yang didonorkan akan lebih bersifat untuk meningkatkan kualitas hidup orang tersebut.
misalnya seseorang akan lebih merasa tertolong hidupnya saat ia menderita gagal jantung dan kemudian ia menerima donor jantung dari orang lain. dan seseorang akan merasa meningkat kualitas hidupnya jika mendapatkan bantuan donor kulit setelah ia mendapat luka bakar yang sangat parah.

persoalan donor organ merupakan hal yang masih tabu bagi kalangan masyarakat umum. selain tidak lazim untuk dilakukan, hal ini juga bertentangan dengan norma dan etika yang berlaku bagi sebagian masyarakat.
sekarang ini, jumlah pendonor organ tubuh masih jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan orang yang berharap untuk menerima donor organ tersebut.