Kerajinan Angklung mulai menggeliat.



Angklung kesenian khas kabupaten Jawa Barat.Nah waktu saya pulang ke kampung halaman saya di Ciamis di ajak ayah saya untuk mengantarkan sejumlah ujung-ujung bambu ke para pengrajin angklung.
Agak kaget juga mendengarnya lho apa bener di Ciamis ada pengrajin Angklung? Ah ikut aja deh,ternyata yang carter bapak saya itu adalah pemasok bahan baku Angklung.beliau mengaku sudah menjalani profesinya selama 30 tahun.wah sebuah kesetian pada profesi yang harus di apresiasi.
Kata beliau sekarang lebih berfungsi sebagai oleh-oleh dan cinderamata.
Semoga saja Angklung ini dapat mengangkat nama kabupaten Ciamis,dan menjadi sentra industri yang dapat di perhitungkan.
READ MORE - Kerajinan Angklung mulai menggeliat.

pantai karang nini ciamis



Pantai Karangnini O bjek wisata ini terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang � 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan.

Sepanjang jalan dari pintu gerbang ke lokasi, akan Anda nikmati kesejukan hutan jati dengan irama alam liarnya.
Bukan itu saja, pada beberapa bagian jalan ini akan dihidangkan panorama pantai di kejauhan belakang Sagara Anakan.
Sungguh sebuah pemandangan yang tak terlupakan apabila Anda datang pada saat cuaca cerah.
Sebelum mencapai pantai Anda pun akan menjumpai Pondok Wisata yang dikelola oleh Perhutani Kabupaten Ciamis .
Anda beberapa tipe Anda pilih.
Dengan tarif/malam yang bersantai bersama keluaga menikmati suasana alam yang tenang dengan panorama pantai yang menakjubkan.
Di pantai ini terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek ( nini dalam bahasa Sunda) yang sedang menunggu si kakek, sehingga tempat ini dinamakan Pantai Karangnini.
READ MORE - pantai karang nini ciamis

jembatan tua cirahong saksi sejarah


Warga Ciamis mana yang tidak tahu jembatan kereta api cirahong
Jembatan yang eksotis dan menyimpan banyak misteri ini sungguh-sungguh menawan.
Lokasi yang terpencil, jauh dari keramaian, masih dikelilingi banyak pohon- pohon besar alami dan pastinya berfungsi menghubungkan jalur kereta api kota Tasik dan Ciamis yang dibelah oleh sungai Citanduy.
Selain sebagai jembatan kereta api, jembatan cirahong ini juga berfungsi sebagai jembatan umum untuk kendaraan mobil, motor.
Bagian atas jembatan ini digunakan untuk jalur kereta api, sedangkan dibawahnya digunakan sebagai jembatan umum.
Karena jembatan umum ini hanya muat untuk ukuran satu buah mobil jadinya digunakan sistem buka tutup yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat di daerah sana.
Jembatan Cirahong ini dibuat penjajah Belanda dengan konsep jembatan di bawah rel kereta api hingga kini masih kokoh bertahan. Gempa yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat pada awal September lalu pun tidak menggoyahkan jembatan buatan awal abad ke- 20 itu.
READ MORE - jembatan tua cirahong saksi sejarah

Dua Tetes Air Mata


Alkisah Ahmad bin Miskin hidup dengan istri dan anaknya yang masih kecil. Kesusahan menderanya terus-menerus. Tak ada pekerjaan yang dilakukannya. Suatu malam, setelah seharian tak secuil makanan masuk kedalam perutnya, hatinya gelisah dan tak dapat tidur. Hatinya perih seperti perutnya yang keroncongan. Seperti prajurit yang kalah perang, ia lesu, lemah-lunglai, dan tak ada harapan. Anaknya menangis seharian, karena tak ada air susu dari istrinya yang lapar. Sungguh kefakiran ini membuatnya sangat menderita. Timbul pemikiran darinya untuk menjual rumah yang ditempatinya.

Esok harinya, usai shalat shubuh berjamaah dan berdoa, ia menemui sahabatnya Abdullah as-sayyad. �Wahai Abdullah! Bisakah kau pinjamkan aku beberapa dirham untuk keperluan hari ini. Aku bermaskud menjual rumahku. Nanti setelah laku akan kuganti,� kata Ahmad.

�Wahai Ahmad. . . ambillah bungkusan ini untuk keluargamu dan pulanglah! Nanti aku akan menyusul kerumahmu membawakan semua kebutuhanmu itu,� jawab Abdullah cepat. Maka Ahmad pun pulang kerumah sambil terus merenung untuk menjual rumahnya. Sungguh sakit kalau harus menjual rumah satu-satunya, sekadar untuk makan. �Setelah itu, saya akan tinggal dimana,� renung Ahmad.

Ahmad segera memantapkan langkahnya. Kini ia membawa bungkusan makanan untuk keluarganya. Tentu istrinya akan gembira dan anaknya akan tertawa lucu setelah memperoleh air susu. � Terasa nikmat roti yang dibungkus ini tentunya. Sahabat Abdullah memang sangat dermawan, sahabat sejatiku,� desah Ahmad.

Belum sampai setengah perjalanan, tiba-tiba seorang wanita dengan bayi dalam gendongan menatap iba. �Tuan, berilah kami makanan. Sudah beberapa hari ini kami belum makan. Anak ini anak yatim yang kelaparan, tolonglah. Semoga Allah swt. Merahmati tuan,� ratap ibu itu.

Iba rasa hati Ahmad. Ditatapnya bayi yang digendong wanita itu. Tampak wajah yang layu, pucat kelaparan. Wajah yang mengharap belas kasihan. Sungguh melas, tak sanggup Ahmad memandangnya lama-lama. Dibandingkan keluargaku, mungkin ibu dan anak ini lebih membutuhkan. �Biarlah aku akan mencari makanan lain untuk keluargaku,� Ahmad membatin. �Ini ambillah bu. . . aku tak punya yang lain, semoga dapat meringankan bebanmu. Kalau saja aku punya yang lain mungkin aku akan membantumu lebih banyak,� kata Ahmad sambil menyerahkan bungkusan yang sama sekali belum disentuhnya.

Dua tetes air mata jatuh dari mata sang ibu, �Terima kasih. . .terima kasih tuan. Sungguh tuan telah menolong kami dan semoga Allah membalas budi baik tuan dengan balasan yang besar,� si ibu berterima kasih dan menunduk hormat. Maka Ahmad pun meneruskan perjalanan.

Ia beristirahat bersandar di batang pohon sambil merenungi nasibnya. Namun, ia kembali ingat bahwa sahabatnya Abdullah telah berjanji akan datang membawakan keperluannya. Dan Abdullah tak pernah ingkar janji sekalipun. Maka bergegas ia pulang dengan perasaan harap-harap cemas. Di tengah jalan dia berpapasan dengan sahabat baiknya Abdullah.

�Wahai Ahmad kemana saja engkau,� tegur Abdullah tersengal-sengal. �Aku mencarimu kesan-kemari. Aku datang kerumahmu membawakan keperluanmu yang aku janjikan. Namun, ditengah perjalanan aku bertemu dengan saudagar dengan beberapa onta bermuatan penuh. Dia ingin bertemu ayahmu. Dia bilang ayahmu pernah memberi pinjaman 30 tahun yang lalu. Setelah jatuh bangun berdagang, sekarang ia telah menjadi saudagar besar di Bashrah. Kini ia akan mengembalikan uang pinjamannya, keuntungan serta hadiah-hadiah,� jelas Abdullah. �Sekarang segera pulanglah Ahmad! Harta yang banyak menunggumu. Tak perlu kau jual rumah lagi,� kata Abdullah.

Kaget bukan kepalang Ahmad mendengar perkataan sahabatnya Abdullah. Sungguh ia tak percaya dengan perkataannya itu.

�Benarkah Abdulah, benarkah?� tanya Ahmad ragu-ragu. Maka, ia berlari seperti terbang, pulang kerumahnya. Sejak itulah Ahmad menjadi orang kaya raya di kotanya.

Ahmad gemar berbuat kebajikan, apalagi kepada sahabatnya Abdullah. Pada suatu malam ia bermimpi. Sepertinya saat itu amalannya dihisab oleh para malaikat. Maka pertama-tama, dosa dan kesalahannya ditimbang. Wajahnya pucat. Berapa berat dosa yang dimilikinya. �Apakah amal kebaikan yang dilakukan dapat melebihi dosa-dosa itu?� Ahmad membatin.

Perlahan-lahan amal kebaikannya ditimbang. Pahala berderma dengan lima ribu dirham hanya ringan-ringan saja. Kata malaikat karena harus dipotong oleh kesombongan dan riya. Demikian seterusnya. Ternyata seluruh amalannya tetap tak bisa mengimbangi beratnya dosa yang ia lakukan. Ahmad menangis.

Para malaikat bertanya, �Masih adakah amal yang belum ditimbang?� �Masih ada,� kata malaikat yang lain. �Masih ada, yakni dua amalan baik lagi.�

Ternyata salah satunya adalah roti yang diberikannya kepada anak yatim dan ibunya. Makin pucatlah wajah Ahmad. �Mana mungkin amalan itu dapat menyeimbangkan dosa-dosanya yang berat,� keluhnya. Malaikat pun sibuk menimbang roti itu. Namun, ketika ditimbang, ternyata timbangan langsung terangkat. Betapa beratnya bobot amalan itu. Kini timbangan ahmad tetap seimbang. Wajahnya sedikti tenang. Ia gembira, sungguh diluar dugaannya.

�Namun amalan apalagi yang tersisa? Karena ini masih seimbang,� katanya dalam hati.

Maka malaikat pun mendatangkan dua tetes air mata syukur dan terharu ibu anak yatim atas pertolongan Ahmad. Ahmad tak menyangka kalau tetesan air mata ibu anak yatim dinilai dengan pahala untuknya. Ia bersyukur. Para malaikat pun menimbang tetes air mata. Namun, tiba-tiba dua tetes air mata itu berubah menjadi air bah bergelombang dan meluas bak lautan. Lalu dari dalamnya muncul ikan besar. Kemudian malaikat menangkap dan menimbang ikan itu yang disetarakan dengan amalan baik Ahmad. Ketika ikan menyentuh timbangan, meka seperti bobot yang sangat berat, timbangan pun segera condong kearah kebaikan.
�Dia selamat, dia selamat,� terdengar teriakan malaikat. Gembiralah hati Ahmad.

�Sekiranya aku mementingkan diri dan keluarga sendiri, maka tak adalah berat roti dan ikan itu,� Ahmad termenung gembira. Anak yatim dan ibunya itu yang telah menyelamatkan dirinya. Pada saat itu Ahmad terbangun dari mimpi.

Saudara-saudariku, .."sungguh amal yang ikhlas di tengah kesempitan, bernilai tinggi di mata Allah swt".
READ MORE - Dua Tetes Air Mata

Lima Menit Saja


Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.
�Tuh, itu putraku yang di situ, � katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dengan t-shirt merah yang sedang meluncur turun diperosotan. Mata ibu itu berbinar. Bangga.
"Wah bagus sekali bocah itu," kata pria di sebelahnya. "Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai t-shirt biru itu? Dia anakku," sambungnya memperkenalkan.

Lalu sambil melihat arloji ia memanggil putranya, "Ayo Jack, bagaimana kalau kita sekarang pulang?"
Jack, bocah kecil itu setengah memelas berkata, "Kalau lima menit lagi boleh ya Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok. Yaaa...?"

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit-menit berlalu. Sang ayah berdiri memanggil anaknya lagi, "Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat.�
Lagi-lagi Jack memohon, "Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?", pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, "OK lah. iyalah..."

"Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar, " ujar ibu yang di sampingnya melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum lalu berkata,
"Putraku yang lebih tua, John tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack. Asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack.
la pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun untuk terus bermain. Padahal sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah bahagianya...."

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup hanyalah masalah membuat prioritas. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kau kasihi. Lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya.
READ MORE - Lima Menit Saja

tata cara sholat istikharoh.

�Ushalli sunnatal istikhaarati rak�ataini lillaahi ta�aalaa�. Allahu Akbar. Artinya : Saya berniat shalat sunnat Istikharah dua rakaat karena Allah Ta�ala. ALLAHU AKBAR.dengannya�.
> "Aku niat shalat sunah Istikharah karena Allah"
> Membaca doa Iftitah
> Membaca surat al Fatihah
> Membaca satu surat didalam al quran. Afdhalnya, rakaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat kedua membaca surat al Ikhlas.
> Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali.
> I'tidal sambil membaca bacaannya
> Sujud yang pertama dan membaca Tasbih tiga kali
> Duduk antara dua sujud dan membaca bacaannya
> Sujud yang kedua dan membaca Tasbih tiga kali.
> Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.
Selesai shalat Istikharah bacalah zikir yang mudah dan kemudian mohon petunjuk Allah untuk menentukan yang lebih baik,tutup dengan membaca do�a sebagai berikut :

"Bismillahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillahi rabbil �aalamiin. Wash shalaatu was sallamu � alaa asrafil mur saliina sayyidinaa muhammadin wa � alaa aalihii wa shah bihii ajma�iin. Allahumma innii astakhiruuka bi�ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal �azhiimi fa-innaka taqdiru walaa aqdiru wa ta�lamu wa- laa a�lamu wa anta � allaamul ghuyuubi. Allahumma in-kunta ta�lamu anna haadzal amra ( kata haadzal amra diganti dengan perkara yang sedang kita hadapi. Misalnya ketika memilih jodoh, kata haadzal amra diganti dengan nama orang yang kita maksud, misalnya Ahmad atau..(bagi yang perempuan) atau Fathimah atau�(bagi yang laki-laki). Jadi bacannya menjadi.. In kunta Ta�lamu Anna Ahmad atau�. atau In kunta Anna HaaDzan Nikah bila pilihan hanya satu orang untuk menentukan sikap jadi menikah atau tidak) Khairun lii fii diinii wa ma�aasyii wa �aaqibati amrii faqdirhu lii wa yassir hu lii tsumma baarik lii fiihi wa in kunta ta�lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma�aasyii wa � aaqibati amri fashrifhu �annu fashrifnii �anhu waqdirliyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi�.
READ MORE - tata cara sholat istikharoh.

TIGA PRIA BERJANGGUT


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas:
�Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut�.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, �Apakah suamimu sudah pulang?�
Wanita itu menjawab, �Belum, dia sedang keluar�.
�Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali�, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi.
Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, �Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini�.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
�Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama� , kata pria itu hampir bersamaan.
�Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, �Nama dia Kekayaan,� katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, �sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.

Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.�
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran. �Ohho�menyenangkan sekali.
Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.�
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, �sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.�

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
�Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. �
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.
�Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.�

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.
�Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang?
Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.�

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
�Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?�
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.

�Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.

Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.�
READ MORE - TIGA PRIA BERJANGGUT