Mencari Malaikat


Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan :
"Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah ?"

Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. la akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. lni sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?'

"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara."

"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."

"Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?"

"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihat-Mu lagi."

"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut ?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."
READ MORE - Mencari Malaikat

CINTA KARENA ALLAH


Seorang kepala keluarga bernama Suyatno, 58 tahun, mengisi lebih dari 20 tahun umurnya dengan bekerja mencari nafkah sambil merawat istrinya yang sakit, dan mendidik serta membesarkan empat orang anaknya hingga semua menikah.

Istrinya menderita lumpuh, seluruh tubuhnya menjadi lemah seperti tak bertulang dan lidahnya kaku tak bergerak, sejak anak keempatnya lahir. Mulai saat itu, setiap hari Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, Suyatno membaringkan istrinya di depan TV supaya tidak merasa kesepian.

Sepulang kerja, selepas magrib, Suyatno menemani istrinya menonton TV sambil menceritakan semua kejadian yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tanpa kata, Suyatno sudah cukup senang, bahkan selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Suatu hari, keempat anaknya yang sudah tinggal terpisah dan hidup bersama keluarganya masing-masing, datang menjenguk ibu mereka. Saat itu, mereka berkata kepada Suyatno,
"Sudah emapat kali kami mengijinkan bapak menikah lagi. Kami rasa ibupun akan mengijinkan. Kapan bapak menikmati masa tua jika terus seperti ini? Kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji akan merawat ibu bergantian".

Tapi tawaran itu dijawab Suyatno dengan pernyataan yang mungkin tak pernah disangka oleh mereka,
"Anakku. Kalaulah hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi.Tapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak ada satupun hal yang lebih berharga dari pada itu. Cobalah kalian tanya ibu kalian, apakah dia menginginkan keadaaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, tapi apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang? �.

Anak-anaknyapun menangis mendengar jawaban itu.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu TV swasta, Suyatno ditanya alasannya kenapa bisa bertahan selama 25 tahun merawat istri yang sudah tidak bisa apa-apa lagi. Dia menjawab,
"Manusia di dunia ini sering mengagungkan cinta, tapi mereka tidak mencintai karena Allah, maka semuanya akan luntur. Saya telah memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya. Sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya. Mencintai saya dengan hati dan batinnya. Bukan dengan mata. Dan dia telah memberi saya empat orang anak yang lucu-lucu".

�Besarnya cinta kita kepada makhluk karena Allah, membuat kita dapat bertahan dan bahkan menikmati sepahit dan seberat apapun ujian cinta yang Allah berikan�.
READ MORE - CINTA KARENA ALLAH

technorati claim token

DBWZXA9HHG3F
READ MORE - technorati claim token

PESAN PRABU SILIWANGI.


Sumber:Internet editor A.S.K. Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang : �Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.� Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat! Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi! Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Caw�n�. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang! Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah! Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara. Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi. Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan. Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah! Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi. Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi�ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang. Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran. Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger. Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut- ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Caw�n�! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala. Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!
READ MORE - PESAN PRABU SILIWANGI.

BUMBU CINTA

Cinta itu selalu indah.
Cinta itu selalu terasa istimewa bagi setiap insan yang memilikinya.
Meski keindahan dan keistimewaan itu ditempuh dan diwujudkan dengan beragam cara, tetapi sejatinya cinta adalah sama yaitu memberikan kebahagiaan.

Saat cinta menyapa kita, kita merasakan banyak hal yang luar biasa dalam hidup kita.
Rasa saling memiliki, mencintai, mengasihi, menyayangi, merindukan, cemburu, patah hati, dan konflik-konflik yang terkadang menyebalkan, menjengkelkan, dan sangat tidak ingin kita harapkan.

Berbicara tentang sebuah konflik dalam hubungan percintaan, sesungguhnya hal tersebut merupakan wajar adanya.
Konflik sering dipandang sebagai sebuah bumbu dalam percintaan. Karena telah kita sadari atau tidak, sebuah percintaan yang berjalan tanpa adanya konflik akan terasa hambar bagai sayur tanpa garam.

Beberapa contoh konflik yang dapat diasumsikan sebagai bumbu-bumbu dalam hubungan percintaan antara lain :

1. Cemburu melihat pasangan kita berduaan dengan orang lain.
2. Cemas karena sudah lama tidak saling kontak.
3. Pertengkaran karena hal yang semestinya tidak perlu untuk diributkan.
4. Kejenuhan karena menjalani hubungan yang biasa-biasa saja.
5. Marah karena pasangan kita selingkuh, bohong, dan menghianati kita.
6. Diacuhkan oleh pasangan kita.
7. Mesara dipermainkan, karena cintanya bukan tulus apa adanya, melainkan ada apanya.
8. Hubungan kita dirusak oleh orang lain.
9. Pasangan kita pergi dan meninggalkan kita tanpa sebab.
10. Saling kecewa karena sikap masing-masing yang tidak pernah saling menghargai. Dan konflik-konflik atau permasalahan dalam percintaan lainnya yang dapat mengganggu kelangsungan dari hubungan percintaan itu sendiri.

Meskipun konflik-konflik tersebut sejatinya sifatnya hanya sebagai sebuah pelengkap yaitu bumbu-bumbu dalam cinta, tetapi terkadang ada beberapa orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dalam menyikapinya. Bukannya kebaikan dan kebahagian yang didapat, melainkan kehancuran karena bumbu-bumbu cinta itu sendiri yang akan didapat.
Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai rasa kejenuhan, kejengkelan, kecemburuan, keegoisan, kemunafikan, kesalah pahaman, kemarahan, keangkuhan, dan beberapa sifat dasar buruk seseorang yang kesemuanya itu terjadi secara berlebihan.

Apa yang semestinya dilakukan ?
Jalanilah kesemuanya itu dengan pikiran dan perasaan yang baik. Sebagai sebuah pasangan yang saling mencinta, tidak sepantasnya kita hanya selalu meminta kesempurnaan dari pasangan kita. Karena hakekat sesungguhnya dari berpasangan itu adalah kita dituntut untuk dapat saling mengisi dan melengkapi segala kelebihan dan kekurangan kita masing-masing.
Dengan penanganan yang dewasa, yakinlah jika segala konflik dalam hubungan percintaan itu dapat berubah menjadi bumbu-bumbu cinta yang terasa indah dan membahagiakan.

Cintailah cinta kita, karena cinta kita terasa teramat berharga untuk kita lepaskan begitu saja.


READ MORE - BUMBU CINTA

SENANDUNG MASA PUBER

Masa pubertas adalah masa indah.
Masa ini adalah masa pertama di mana kita mulai mengenal awal sebuah kehidupan. Cinta, kasih sayang, rindu, sahabat, teman, dan hidup penuh asmara adalah tanda-tanda yang mulai menampakannya.

Masa pubertas secara biologis ditandai dengan adanya mimpi basah pada lelaki dan menstruasi pada perempuan.
Senandung masa puber itu indah. Di mana kita selalu dikenalkan dengan hal-hal yang baru dan terasa mengejutkan terutama cinta.

Cinta di masa pubertas kebanyakan hanya berupa have fun yang merupakan pelampiasan nafsu puber untuk mencari kepuasan sesaat semata. Meski demikian, tak mengherankan jika pada masa ini justru awal perkenalan cinta terasa begitu menggoda.
Mulai kenal dengan my first love, makcomblang, putus, cemburu, setia, ngapel, ngedate, jalan-jalan, berduaan, dan sebagainya. Tentunya banyak sekali kenangan yang berkesan saat kita menjalani cinta di masa puber.

Masa puber yang begitu indah ini janganlah dilewatkan begitu saja, jangan disia-siakan, dan jangan diabaikan.
Berusahalah dengan penuh perjuangan untuk mengisi masa puber kita dengan hal-hal dan perbuatan yang positif agar setiap detik di hari-hari kita itu terasa begitu menyenangkan dan mengesankan.

Janganlah menjadi seorang remaja yang prematur, dengan dewasa sebelum waktunya.
Karena sesungguhnya, masa puber itu teramat sayang untuk disia-siakan.
Carilah masa indahmu, dengan mengukir segala kenangan di masa pubermu.
Senandung masa puber adalah saat-saat terindah dan paling berkesan dalam hidup kita.


READ MORE - SENANDUNG MASA PUBER

Daftar Teman (1)

READ MORE - Daftar Teman (1)